SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei

Generasi Muda Sanaman Mantikei Tunjukkan Semangat ’45 di Tengah Hujan dan Lumpur

Semangat ’45 Siswa-Siswi Sanaman Mantikei dalam Upacara HUT RI ke-80

Sanaman Mantikei, Katingan – Hujan deras yang mengguyur sejak pagi tidak menyurutkan semangat siswa-siswi SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei dan pelajar se-Kecamatan Sanaman Mantikei dalam melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, pada Minggu (17/8), di Lapangan Olahraga Kecamatan Sanaman Mantikei.

Para peserta dan undangan dengan sabar menanti hingga hujan reda. Meski saat upacara dimulai masih turun gerimis, seluruh peserta tetap berdiri tegap di lapangan yang becek dan berlumpur. Suasana penuh khidmat ini mencerminkan semangat perjuangan ’45 yang tetap terjaga di dada generasi muda.

Momen paling mengharukan terjadi saat tim Paskibraka Kecamatan Sanaman Mantikei melangkah gagah membawa Sang Merah Putih. Meski seragam putih mereka berlumur lumpur akibat kondisi lapangan, pasukan pengibar bendera berhasil menjalankan tugas dengan sempurna. Bendera Merah Putih pun berkibar megah di langit Sanaman Mantikei, diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan penuh semangat oleh seluruh peserta upacara.

  

Kepala SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei, Kristoni, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas keteguhan hati para siswa. “Inilah wujud nyata semangat kemerdekaan. Hujan deras, gerimis, dan lapangan becek tidak menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk menghormati jasa para pahlawan. Justru dari sini kita belajar arti pengorbanan dan keteguhan hati,” ujarnya.

Kehadiran guru, perangkat kecamatan, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar semakin menambah khidmat suasana upacara.

Perayaan HUT RI ke-80 di Sanaman Mantikei ini menjadi bukti nyata bahwa nasionalisme dan cinta tanah air terus tumbuh subur di hati generasi muda. Seperti para pahlawan dahulu yang berjuang tanpa kenal lelah, siswa-siswi Sanaman Mantikei menunjukkan bahwa hujan deras, gerimis, maupun lumpur tidak akan mampu memadamkan semangat ’45 yang terus hidup dalam jiwa mereka.

Share this 

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email

Tinggalkan komentar